“Kasihan, ya? Kok ya tega-teganya mereka melakukan kekerasan pada bocah sekecil itu?” Kira-kira kalimat seperti yang sering saya dengar dari orang-orang yang mengomentari tragedi Angeline. Tunggu dulu, apakah kategori kekerasan pada anak hanya sebatas perlakuan fisik? Bagaimana dengan tindakan lain yang berhubungan dengan emosional? Sudahkah kita menyadarinya?
![]() |
| Sumber: 24hourparenting.com |
Sedari dulu saya yakin bahwa kekerasan terhadap anak tidaklah sebatas perilaku fisik saja tapi juga bisa melalui kata-kata. Mengapa? Karena kata-kata yang diucapkan oleh orang dewasa (siapapun itu, termasuk orang tua kandung) bisa saja melukai perasaan anak-anak. Saya, berkaca dari pengalaman pribadi dan beberapa teman yang pernah mendapat kekerasan emosional sewaktu kecil, merasa bahwa kekerasan emosional merupakan permasalahan anak yang paling sering terjadi di sekitar kita namun juga sering diabaikan karena faktor ketidaktahuan tentang betapa serius akibat yang mungkin terjadi pada si anak di masa depan.
