Sunday, 12 June 2016

[Review] Seribu Kerinduan


Judul: Seribu Kerinduan
Penulis: Herlina P. Dewi
Penerbit: Stiletto Book
Tebal buku: 241 hlm
Terbit: November 2013

Renata, seorang fashion editor dengan karier cemerlang di kantornya, harus pasrah pada keadaan. Setelah berpisah dengan Panji, lelaki yang sudah dipacari selama empat tahun karena perjodohan biadab itu, dia pergi ke semua tempat yang pernah mereka singgahi untuk menelusuri jejak-jejak kebersamaan. Hidup menjadi sangat membosankan baginya, karena hari-harinya kini hanya dihabiskan untuk mengenang Panji. Dia pun lantas memilih menjadi pelacur, karena dengan profesi barunya itu, dia kembali merasa dicintai, dihargai, dibutuhkan dan disanjung.
  
Namun, ia sadar, menjadi pelacur hanyalah sebuah persinggahan sebelum dia benar-benar melanjutkan hidup sesuai dengan keinginannya. Lantas, kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin dijalaninya? Tanpa Panji? Bisakah?

  
***
 
Novel ini sukses membuatku geregetan sekaligus baper (terbawa perasaan) banget, sumpah. Geregetan karena tokoh utama pria (Panji) yang membuatku berpikir laki-kok-gitu-sih atau itu-laki-apa-bocah atau ogah-deket-deket-sama-cowok-kayak-dia (hahaha, udah kayak penonton Uttaran aja kan aku, terbawa emosi sampai segitunya); baper karena tokoh utama wanita (Renata) yang sempat terkesan miserable. Oh, cerita menuju ending juga membuatku baper sebenarnya; tentang bagaimana Panji berusaha untuk *pip* (eh tak boleh ada spoiler di sini, hahaha). Di satu sisi aku tidak menyukai sensasi yang timbul setelah membacanya, tapi di sisi lain aku rasa novel ini oke juga karena mampu membuat pembaca terhanyut ke dalam cerita.

Wednesday, 1 June 2016

Coto Makasar Ala La-Capila

Lagi di Jogja? Suka kulineran? Udah ke sini, belum? Namanya La-Capila, tempat makan di Jogja yang menjual makanan khas Sulawesi Selatan. Itu tuh, coto makasar dan es pisang ijo yang terkenal itu lho…ada di sini.
  
 
La-Capila ini setahuku buka di beberapa tempat, pusatnya di daerah Krasak-Kotabaru (belakang Ganesha Operation, dekat Stadion Kridosono). Sedangkan yang kukunjungi waktu itu cabangnya di Jl. Anggajaya III, Ruko Condong Catur kav. 8 (Terminal Condong Catur ke arah Barat, atau dari Taman Kuliner Condong Catur ke arah Timur). Aku sering lihat tempat ini lumayan ramai saat jam makan siang.
  

Tuesday, 24 May 2016

Kelas Akber Jogja: Pengembangan Diri

Rabu, 18 Mei 2016 yang lalu Akber Jogja mengadakan kelas yang bertema Pengembangan Diri di Edu Hostel. Narasumber pada kelas ini adalah Ibu Arsaningsih (biasa dipanggil Bunda Arsaningsih), founder Spirit of Universal Life (SOUL). Sebenarnya itu adalah kali kedua beliau mengisi kelas Akber Jogja, jadi bisa dibilang yang kemarin itu adalah kelas Pengembangan Diri Jilid 2. Akber sendiri merupakan singkatan dari Akademi Berbagi, suatu komunitas nonprofit yang sering mengadakan pertemuan (biasanya disebut sebagai “kelas”) dengan berbagai tema sharing, dengan tujuan belajar bersama. Saat ini komunitas ini telah tersebar di berbagai kota di Indonesia (sayangnya untuk daerah Papua belum ada). Sebelumnya aku pernah ikut kelasnya Akber sewaktu cooking class bersama Cinema Bakery, kuceritakan di postinganku yang berjudul Malam Minggu Bareng Akber Jogja di Cinema Bakery.
  
Sumber: arsaningsih.com

“Tak ada yang kebetulan. Jika Saya dan Anda saat ini ada di sini, itu bukan semata-mata kebetulan.”

Wednesday, 18 May 2016

[Review] Follow @MerryRiana

@MerryRiana: Don’t chase after money. Rather, chase your passion, and money will chase after you.
  
  
Judul: Follow @MerryRiana
Penulis: Debbie Widjaya
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku: 360 hlm
Terbit: April 2013

  
Bella punya karier cemerlang yang membentang di hadapannya, tapi ada harga yang harus dibayar. Dan ketika satu per satu masalah memukulnya, barulah ia terenyak dan bertanya, “Apakah aku ada di jalan yang benar?” Lalu cahaya terang itu muncul…lewat sosok yang sangat menginspirasinya: Merry Riana. Dari Merry Riana, Bella mempelajari hal-hal berharga. Makna perjuangan, kesuksesan, dan bagaimana menjalani hidup yang utuh sesuai passion.
 
   
***
  
  
Hari itu sebenarnya aku tidak berencana untuk membeli buku ini, tapi entah mengapa ketika aku melihat buku ini…aku langsung tertarik dan saat itu juga memutuskan untuk membelinya. Padahal sebelumnya aku tak pernah tahu ada buku berjudul “Follow @MerryRiana” ini. Satu hal yang kuingat mengapa aku tertarik adalah karena blurb-nya, sepertinya isinya memang ditujukan bagi orang-orang yang membutuhkan kejelasan ‘arah hidup’ sepertiku. Dan mengapa pada akhirnya aku kekeuh banget untuk membelinya…mungkin karena bisikan dari Yang Maha Kuasa.
 
Lebay, ah.

Tuesday, 3 May 2016

Cashtree: Pulsa Gratis Via Android

CASHTREE?? Apaan tuh? Cashtree adalah aplikasi di android yang memungkinkan kita untuk mendapatkan poin-poin tertentu (dalam rupiah), lalu poin yang sudah kita kumpulkan bisa ditukar dengan pulsa. Dengan kata lain, Cashtree bisa diartikan sebagai aplikasi untuk mendapatkan pulsa gratis. Aku baru mengetahui tentang Cashtree sekitar seminggu yang lalu, melalui sebuah akun. Karena disebutkan tentang pulsa gratis, aku pun tertarik. Begitu sampai di google play dan membaca tentang infonya, aku langsung menduga bahwa aplikasi ini mirip dengan PPC (Pay Per Click) yang sudah umum di kalangan blogger. Lantas apakah worth it mengunduh aplikasi semacam ini di android? Terusin baca paragraf selanjutnya saja deh.
   
Tampilan awal aplikasi Cashtree. (Sumber: hasil screenshot pribadi)

Thursday, 28 April 2016

Hanya Bisa Sabar

Sumber: picturequotes.com
  
Rabu, 27 April 2016
  
Hari ini aku berhadapan dengan laptop sedari pagi, seperti biasa. Yang tak biasa adalah pemadaman listrik. Dikarenakan ada perawatan dan pemeliharaan jaringan listrik oleh PLN, listrik di rumahku padam sejak jam 9-an pagi.
  
Duh, aku kan perlu pake laptop…mana batere laptop soak pula, jadinya harus nyolok ke listrik terus deh, pikirku. Aku yang tak hilang akal segera bersiap-siap untuk menuju Platinum; warnet di atas Hoka-hoka Bento di Jl. Kaliurang yang menyediakan akses wifi. Cocok lah ngendon di situ 2 jam-an. Laptop, charger, HP, dompet, headphone, tempat pensil beserta USB segera kumasukkan ke dalam tas ransel. Sudah kususun juga rencananya: berangkat jam 10-an, mampir beli bensin dulu (sekalian mecahin duit), terus mampir ind*maret beli air mineral, ke Platinum, menyelesaikan urusan di depan laptop selama 2 jam, lalu pulang. Sempurna.

Thursday, 21 April 2016

Tidak Disiplin

Hangat-hangat tahi ayam. Mungkin itulah ungkapan yang pas dengan semangat ngeblogku saat ini. Beberapa bulan kemarin ketika blog ini baru kubuat, semangatku menulis begitu menyala-nyala, sampai-sampai aku membuat time table postingan apa yang akan ku-upload kapan (maksudnya aku merencanakan posting judul-judul tertentu pada tanggal yang sudah kutentukan). Tapi itu hanya bertahan selama 4 bulan. Setelah itu? Semangatku menguap tak berbekas. 
  
Payah.

Sumber: thequotepedia.com